Yang dimaksud dengan nada adalah suatu
jenis unsur suprasegmental yang ditandai oleh tinggi-rendahnya arus-ujaran.
Tinggi rendahnya arus-ujaran terjadi karena frekuensi getaran yang
berbeda antar segmen. Bila seseorang berada dalam kesedihan ia akan berbicara
dengan nada yang rendah. Sebaliknya bila berada dalam keadaan gembira atau
marah, nada tinggilah yang biasanya dipergunakan orang. Suatu perintah atau
pertanyaan selalu disertai nada yang khas. Nada dalam ilmu bahasa biasanya
dilambangkan dengan angka misalnya /2 3 2/ yang berarti segmen pertama lebih
rendah bila dibandingkan dengan segmen kedua, sedangkan segmen ketiga lebih
rendah dari segmen kedua. Dengan nada yang berbeda, bidang arti yang
dimasukinya pun akan berbeda.
Pengertian
tangga nada
Tangga
nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Disebut tangga nada
apabila sebuah tangga nada terdiri dari delapan tingkatan dengan urutan dari
tingkat pertama sampai delapan. Tingkatan tersebut, yaitu tonika (1),
supertronika (2), median (3), subdominan (4), dominan (5), submedian (6),
leading tone (7), dan oktaf (8). Tangga nada dibagi menjadi dua, yaitu tangga
nada mayor dan minor. Tiap tangga nada dibedakan dengan jarak.
Telah kita ketahui sebelumnya bahwa tangga nada mayor berjarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2. oleh karena itu, sekarang kita akan membahas tangga nada diatonik minor dan pentatonik.
a. Tangga nada minor diatonis
Tangga nada minor yaitu tangga nada yang mempunyai jarak atau interval 1-1/2-1-1-1/2-1-1. adapun urutan nadanya dimulai dengan nada (la) dan diakhiri dengan nada (la) oktaf atas. Lagu yang bertangga nada minor biasanya berakhir dengan nada (la), tetapi ada juga yang diakhiri dengan nada lain seperti 3 (mi).
b. Tangga nada pentatonik
Tangga nada pentatonik, yaitu susunan nada yang terdiri dari lima nada. Tangga nada pentatonik banyak terdapat di wilayah Nusantara sehingga tidak mengherankan jika musik Nusantara banyak yang menggunakan tangga nada pentatonik. Seiring dengan perkembangan zaman, tangga nada pentatonik dapat dikembangkan menjadi tangga nada heptatonik. Namun, pada kenyataannya, tangga nada heptatonis (seperti pada lagu Gambang Suling ciptaan Ki Nartosabdo dan Lumbung Desa ciptaan Martopangrawit) masih tetap dalam anggota pentatonik. Hal ini dapat dibuktikan, yaitu pertama apabila seorang pengrawit menyarankan laras pelog, dia akan menyuarakan secara natural urutan nada.
Telah kita ketahui sebelumnya bahwa tangga nada mayor berjarak 1-1-1/2-1-1-1-1/2. oleh karena itu, sekarang kita akan membahas tangga nada diatonik minor dan pentatonik.
a. Tangga nada minor diatonis
Tangga nada minor yaitu tangga nada yang mempunyai jarak atau interval 1-1/2-1-1-1/2-1-1. adapun urutan nadanya dimulai dengan nada (la) dan diakhiri dengan nada (la) oktaf atas. Lagu yang bertangga nada minor biasanya berakhir dengan nada (la), tetapi ada juga yang diakhiri dengan nada lain seperti 3 (mi).
b. Tangga nada pentatonik
Tangga nada pentatonik, yaitu susunan nada yang terdiri dari lima nada. Tangga nada pentatonik banyak terdapat di wilayah Nusantara sehingga tidak mengherankan jika musik Nusantara banyak yang menggunakan tangga nada pentatonik. Seiring dengan perkembangan zaman, tangga nada pentatonik dapat dikembangkan menjadi tangga nada heptatonik. Namun, pada kenyataannya, tangga nada heptatonis (seperti pada lagu Gambang Suling ciptaan Ki Nartosabdo dan Lumbung Desa ciptaan Martopangrawit) masih tetap dalam anggota pentatonik. Hal ini dapat dibuktikan, yaitu pertama apabila seorang pengrawit menyarankan laras pelog, dia akan menyuarakan secara natural urutan nada.
tempo
Tempo
adalah kecepatan atau kelambatan suatu lagu dinyanyikan.
Penting bagi vokalis mengerti tempo yang akan dinyanyikan untuk menunjang pembawaan karakter lagu.
Penting bagi vokalis mengerti tempo yang akan dinyanyikan untuk menunjang pembawaan karakter lagu.
Macam - Macam tempo :
1. Largo : tempo lambat ( 44 - 48 /menit )
2. Adagio : lebih lambat dari adante namun lebih cepat dari largo ( 54 -
58 /menit )
3. Moderato : sedang ( 92 / antara 88 - 96 / menit )
4. Andante : santai atau mirip orang berjalan ( 69 - 76 )
5. Vivace : Hidup atau lincah ( 162 - 168 / menit )
6. Allegro : Cepat penuh keriangan ( 126 - 138 / menit )
7. Presto : Cepat ( 176 - 192 / menit )
Birama adalah suatu tanda untuk menunjukkan
jumlah ketukan dalam satu ruas birama. Satu ruas birama ditunjukkan oleh
batas-batas garis vertikal yang disebut garis birama. Hal ini terlihat dalam
musik diatonik. Namun, dalam musik pentatonik penggunaan garis birama jarang
kita temui. Dalam tangga diatonik petak-petak yang dibatasi garis birama
disebut ruas birama. Tiap birama dalam musik mempunyai tekanan suara yang
teratur yang disebut arsis dan aksen. Aksen adalah birama yang beraksen ringan.
Birama beraneka macam, di antaranya birama 2/4, ¾, 4/4, dan 6/8. birama
tersebut biasanya sering digunakan untuk berkarya.
a. Birama 2/4. artinya, tiap
birama terdiri atas dua ketukan.
b. Birama ¾. Artinya, tiap birama terdiri atas tiga ketukan.
c. Birama 4/4. artinya, tiap birama terdiri atas empat ketukan.
d. Birama 6/8. artinya, tiap birama terdiri atas enam ketukan.
b. Birama ¾. Artinya, tiap birama terdiri atas tiga ketukan.
c. Birama 4/4. artinya, tiap birama terdiri atas empat ketukan.
d. Birama 6/8. artinya, tiap birama terdiri atas enam ketukan.
Notasi Balok (not Balok)
A. Pengertian Notasi Balok
Notasi balok adalah Sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar. Gambar-gambar yang melambangkan bunyi tersebut dituliskan dalam Not balok sesuai dengan tinggi-rendah dan sifat bunyi yang dilambangkan.
Notasi balok adalah Sistem penulisan lagu atau karya musik lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar. Gambar-gambar yang melambangkan bunyi tersebut dituliskan dalam Not balok sesuai dengan tinggi-rendah dan sifat bunyi yang dilambangkan.
Dalam materi not balok kita mengenal beberapa istilah yang
terdapat didalam materii-materi not balok, seperti paranada, tanda kunci,
birama, garis birama, bar, dan garis penutup. Perhatikan gambar berikut.
|
Istilah dalam not balok
|
Keterangan gambar :
Paranada adalah lima garis lurus yang berjajar mendatar dan
berjarak sama. Paranada digunakan untuk menulikan lambang-lambang bunyi sesuai
dengan sifat nada yang dilambangkan.
Tanda kunci adalah tanda untuk menetapkan letak salah
satu nada dalam Not-balok. Untuk menulis partiur gitardigunakan tanda kunci G, artinya dalam not balok
tersebut nada G terletak pada garis ke-2.
Birama adalah gerak melody yang teratur dalam sebuah lagu
atau karya musik lainnya. dalam contoh diatas dituliskan birama 3/4 artinya
dalam setiap ruas birama bernilai tiga ketuk dengan satuannya adalah not 1/4.
Garis birama adalah garis yang dituliskan secara tegak lurus
dengan paranada yang berfungsi untuk membatasi antar ruas birama yang satu
dengan ruas birama yang lainnya.
Bar (ruas birama) adalah ruas yang terdapat diantara dua
garis birama. bar berfungsi untuk menuliskan not sesuai denga birama yang
dipergunakan. nilai not dalam suatu bar selalu sama. mungkin sobat sering
menjumpai nilai not yang terdapat pada bar pertama dan bar terakhir berbeda
dengan bar-bar lainnya. tetapi apabila nilai not yang terdapat pada kedua bar
tersebut sobat jumlahkan, maka akan sama dengan bar-bar lainnya.
Garis penutup adalah dua buah garis tebal tipis yang
dituliskan tegak lurus dengan paranada yang berfungsi sebagai petunjuk
berakhirnya sebuah lagu atau karya musik lainnya.
B. Letak Not dalam Paranada
Sebelum kita belajar jauh mengenai notasi balok maka
terlebih dahulu kita harus benar-benar memahami nama dan letak not dalam
paranada. Letak not dan paranada sangat tergantung pada dari sifat nada yang
dilambangkan. untuk menuliskan nada rendah ataupun nada tinggi, dimana 5 garis
paranada sudah tidak dapat lagi mampu menampungnya, maka kita dapat
menuliskannya dengan menggunakan garis-garis bantu not dalam paranada,
Perhatikan gambar berikut ini.
|
Garis bantu not dalam paranada
|
C. Bentuk dan Nilai Not Serta Tanda Diam.
Sebuah not dapat mempunyai nilai 1/2 ketuk, 1 ketuk, 2
ketuk, 4 ketuk dan sebagainya. Hal ini tergantung dari birama yang dipergunakan
sebagai satuan ketuknya. Dalam bab ini kita akan mempelajari bentuk dan nilai
not serta tanda diam dengan menggunakan birama per-empat. artinya, Not yang
dijadikan sebagai satuan ketuknya adalah Not 1/4. Perhatikan gambar berikut.
|
Bentuk dan nilai not serta tanda diam
|
Bila dibaca bentuk dan nilai Not serta tanda Diam
kurang lebih adalah seperti yang ditunjukan pada gambar dibawah ini.
|
Membaca notasi balok
|
Pengenalan dan Pembelajaran Not Balok
Ada dua macam not, yaitu not balok dan not angka. Not angka,
sesuai namanya dilambangkan dengan angka-angka. Sedangkan not balok
dilambangkan dengan bulatan-bulatan, baik bertangkai ataupun tidak yang
diletakkan di dalam garis-garis paranada
Struktur Not Balok
Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas.
Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.
Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.
Pada awal paranada biasanya kita menempatkan "kunci" yang disebut "clef". Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.
Struktur Not Balok
Untuk menulis not balok kita memerlukan garis-garis paranada yang berjumlah lima garis. Urutan dihitung dari bawah ke atas.
Di dalam paranada terdapat garis-garis yang memisahkan not-not dengan jumlah ketukan sesuai tanda birama yang ada misalnya 4/4 maka setiap 4 ketukan dipisahkan oleh garis yang disebut garis birama atau garis bar.
Pada setiap garis dan di antara garis-garis, kita tempatkan not atau nada-nada c, d, e, f, g, a, b, c dst. Penempatan sesuai dengan kunci yang kita gunakan, misalnya do=c maka pada garis 1 terletak nada 3 (mi) atau e.
Pada awal paranada biasanya kita menempatkan "kunci" yang disebut "clef". Ada bermacam-macama clef: treble, bass, tenor, dan alto. Namun biasanya yang umum digunakan adalah clef treble dan bass.
Clef
treble
Clef bass
Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut "grand staff"
Menempatkan Not dalam Paranada.
Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.
c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.
c d e f g a b c
1 2 3 4 5 6 7 i
Lambang-Lambang Not Balok.
Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.
Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.
Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.
Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.
Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2.
Tanda Titik.
Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.
4+2=6 ketuk 2+1=3 ketuk 11/2 ketuk 3/4 ketuk
Tanda Diam
Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.
Tanda diam 4 ketuk 2 ketuk 1 ketuk 1/2 1/4
Tempo dan Dinamik.
Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.
De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.
Vivace artinya gembira, hidup.
Adagio artinya amat sangat lambat.
Prestissimo artinya amat sangat cepat.
Largheno artinya lambat.
Di Marcia artinya seperti orang berbaris.
Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.
Con brio artinya semangat bergelora.
Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.
Con bravura artinya gagah.
ff = fortissimo artinya sangat keras.
pp = pianissimo artinya sangat lambat
p = piano artinya lambat/lembut
Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.
(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)
Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.
Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:
C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)
Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).
Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.
Penggunaan clef treble dan bass secara bersamaan disebut "grand staff"
Menempatkan Not dalam Paranada.
Penempatan not-not dalam paranada harus memperhatikan kunci yang digunakan, misalnya dengan cleff treble, do=c maka kita harus menambahkan satu garis di bawah. Di bawah garis tambahan masih bisa ditambah lagi, demikian juga ke atas masih bisa ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan not rendah atau tinggi yang dibutuhkan dalam sebuah lagu, memerlukan berapa oktaf. Satu oktaf terdiri dari 8 nada.
c, d, e, f, g, a, b, c, d, e, f, g, a, b, c, dst.
c d e f g a b c
1 2 3 4 5 6 7 i
Lambang-Lambang Not Balok.
Not Penuh (1) = nada 4 ketuk. Gambar bulatan kosong.
Not Setengah (1/2) = 2 ketuk.Gambar bulatan kosong dengan tiang.
Not Seperempat (1/4) = 1 ketu. Gambar bulatan dihitamkan dengan tiang.
Not Seperdelapan (1/8) = 1/2 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 1.
Not Seperenambelas (1/16) = 1/4 ketuk. Gambar bulatan dihitamkan, tiang, bendera 2.
Tanda Titik.
Tanda titik ditempatkan di belakang not balok. Nilai tanda titik adalah setengah dari not di depannya. Bila not di depannya adalah not penuh (1) = 4 ketuk, maka tanda titik bernilai setengah (1/2) = 2 ketuk, dan seterusnya.
4+2=6 ketuk 2+1=3 ketuk 11/2 ketuk 3/4 ketuk
Tanda Diam
Tanda diam adalah tanda yang melambangkan sebuah lagu harus berhenti baik di tengah maupun di akhir sebuah lagu. Tanda diam dalam notasi do, re, mi, dilambangkan dengan angka 0. Dalam not balok tanda diam mempunyai lambang-lambang sesuai dengan nilai atau lamanya diam.
Tanda diam 4 ketuk 2 ketuk 1 ketuk 1/2 1/4
Tempo dan Dinamik.
Cressendo < artinya lagu dinyanyikan menguat / mengeras.
De Cressendo > artinya lagu dinyanyikan melembut.
Vivace artinya gembira, hidup.
Adagio artinya amat sangat lambat.
Prestissimo artinya amat sangat cepat.
Largheno artinya lambat.
Di Marcia artinya seperti orang berbaris.
Maestoso artinya khidmad, agung, dan mulia.
Con brio artinya semangat bergelora.
Allegreto artinya ringan, hidup, dan gembira.
Con bravura artinya gagah.
ff = fortissimo artinya sangat keras.
pp = pianissimo artinya sangat lambat
p = piano artinya lambat/lembut
Pertama kali yang perlu diperhatikan dalam membaca not adalah kuncinya (clef). Kunci terletak di paling kiri garis paranada. Ada tiga macam kunci yaitu kunci G, kunci F, dan kunci C.
(dari kiri ke kanan: kunci G, kunci F, kunci C alto, dan kunci C tenor)
Kunci yang paling sering digunakan adalah kunci G dan kunci F. Pada kunci G, letak nada G adalah garis paranada yang dilewati lengkungan spiral kunci G. Sedangkan pada kunci F, letak nada F adalah garis paranada yang berada di antara dua titik kunci F.
Selanjutnya setiap naik 1 (memotong garis, kemudian di antara garis, dst), nada akan bertambah tinggi 1. Urutan nadanya adalah sebagai berikut:
C-D-E-F-G-A-B-C’ (terus berulang)
Di depan setiap not, terkadang ditambahkan simbol ? (flat/mol) dan ? (sharp/kres). ? akan menurunkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Sedangkan ? akan menaikkan nada di sebelah kanannya sebanyak 1/2 nada. Untuk mengembalikan nada yang telah turun/ naik dapat ditambahkan simbol ? (natural).
Jika sebuah nada diturunkan setengah, misalnya A, di sebelah kanan A akan ditambahkan simbol ?. Sehingga namanya berubah dari A menjadi A? yang dibaca As. Sebaliknya jika nada dinaikkan setengah, misalnya C, di sebelah kanan C akan ditambahkan simbol ? menjadi C? yang dibaca Cis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar